Lewati ke konten utama
AstraChem
TECHNICAL GUIDE · PLAFON

Whiteness plafon tidak seragam: penyebab umum dan cara mengeceknya

Plafon yang terlihat beda warna saat dipasang berdampingan biasanya berasal dari formulasi, raw material, atau riwayat panas. Ini cara melacaknya.

Diterbitkan

Untuk plafon PVC, warna adalah bagian dari kualitas. Panel yang satu sedikit lebih kekuningan atau lebih abu dibanding panel di sebelahnya langsung terlihat setelah dipasang, dan keluhan seperti ini sulit dijelaskan ke customer akhir.

Whiteness yang tidak seragam biasanya bukan masalah satu batch saja. Polanya sering berulang, dan sumbernya bisa ada di beberapa tempat sekaligus.

1. Komposisi whitener yang berubah-ubah

Putih pada plafon dibentuk oleh beberapa komponen: TiO2 untuk opacity, optical brightener untuk kesan cerah, dan ultramarine blue untuk menetralkan rona kuning. Kalau ketiganya ditimbang terpisah di setiap batch, selisih kecil pada salah satunya sudah cukup untuk menggeser warna. Blend whitener yang sudah jadi, seperti Snowbrite DB, mengurangi variasi ini karena rasionya tetap.

2. Riwayat panas dan stabilizer

PVC yang mulai terdegradasi berubah dari putih ke kekuningan jauh sebelum terlihat gosong. Suhu proses yang terlalu tinggi, residence time yang panjang, atau stabilizer yang kurang membuat warna awal bergeser. Ini juga sering muncul saat rasio regrind tidak konsisten, karena regrind sudah membawa riwayat panas dari proses sebelumnya.

3. Variasi raw material

Resin dan filler dari lot yang berbeda bisa punya warna dasar yang sedikit berbeda. CaCO3 dengan whiteness yang tidak konsisten, misalnya, langsung terlihat di produk akhir. Catat lot raw material di setiap batch supaya perubahan warna bisa ditelusuri.

4. Dispersi

Pigment yang tidak terdispersi merata menghasilkan warna yang belang atau berbeda antar bagian panel. Urutan penambahan bahan dan kondisi mixing ikut menentukan hasilnya.

Cara mengecek di pabrik

  • Bandingkan warna di bawah sumber cahaya yang sama, jangan hanya mengandalkan cahaya pabrik
  • Simpan sampel acuan dari batch yang dianggap standar
  • Catat lot resin, filler, dan whitener untuk setiap batch
  • Cek konsistensi rasio regrind
  • Lakukan uji panas bertahap untuk melihat seberapa cepat warna bergeser

Di lab, kami membuat sampel sheet dengan two-roll mill dan membandingkan warna beberapa variasi formulasi berdampingan sebelum trial. Dengan begitu target whiteness bisa disepakati dulu, baru kemudian dibuktikan di production line.

Ada masalah serupa di production line Anda?

Ceritakan kondisinya ke tim technical service kami. Kita diskusikan dulu, lalu siapkan sampel untuk trial.