Rigid PVC kuat dan kaku, tapi getas saat terkena benturan, terutama di suhu rendah. Impact modifier membentuk fase karet kecil di dalam PVC yang menyerap energi benturan. Dua tipe yang paling sering dipakai di Indonesia adalah CPE dan ACR.
CPE: cost-effective untuk pipa, konduit, dan talang
CPE (chlorinated polyethylene) menaikkan ketangguhan rigid PVC, termasuk di suhu rendah, dan menerima filler dengan baik. CPE juga membantu proses, sehingga cocok untuk formulasi pipa, konduit, dan talang yang memakai filler. Contohnya Endura CP-110, dengan dosage 2,0–5,0 phr untuk pipa dan fitting, dan 4,0–8,0 phr untuk talang dan profil.
ACR: weather resistance untuk atap dan plafon
ACR (acrylic core-shell) memberi impact strength dengan weather resistance dan color retention yang sangat baik. Karena itu ACR banyak dipakai untuk produk yang terpapar matahari seperti atap, plafon, dan profil outdoor. Contohnya Endura AC-210, dengan dosage 6,0–10,0 phr untuk atap outdoor dan 4,0–8,0 phr untuk plafon.
MBS: untuk produk transparan
MBS punya refractive index yang mendekati PVC, jadi impact naik tanpa membuat produk keruh. MBS dipakai untuk rigid film, sheet bening, dan kemasan thermoforming, tapi tidak disarankan untuk produk outdoor.
Hal yang sering terlewat
- Impact strength naik mengikuti kurva S. Setelah titik ductile tercapai, menambah dosage hampir tidak berpengaruh, hanya menambah biaya.
- Ukuran domain CPE dipengaruhi shear dan kondisi proses, jadi hasil di mesin satu bisa berbeda dengan mesin lain.
- Saat berganti tipe impact modifier, paket lubricant perlu disesuaikan.
Cara paling aman memilih adalah lewat trial yang terukur: bandingkan hasil uji impact pada beberapa level dosage, lalu pilih titik dengan keseimbangan performa dan biaya yang paling pas untuk produk Anda.